Harga Daging Sapi di Rejang Lebong Turun Setelah Lebaran, Jadi Rp130 Ribu Per Kilogram

DAGING: Harga daging sapi di pasar Kabupaten Rejang Lebong mengalami penurunan.-foto: abdi/koranrb.id-

CURUP– Setelah mengalami lonjakan harga selama bulan Ramadan, harga daging sapi di Kabupaten Rejang Lebong kini mulai menunjukkan penurunan.

Jika sebelumnya harga daging sapi sempat menembus Rp150 ribu per kilogram menjelang Hari Raya Idul Fitri, saat ini harga tersebut turun menjadi Rp130-120 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Rejang Lebong, Anes Rahman, menyampaikan penurunan harga ini terjadi seiring dengan turunnya permintaan masyarakat pascalebaran.

"Selama Ramadan, permintaan meningkat tajam, terutama menjelang hari raya. Setelah lebaran, permintaan menurun sehingga harga daging ikut turun," ujarnya.

BACA JUGA:H+6 Lebaran, Arus Lalu Lintas di Ruas Jalan Liku 9 Kepahiang Padat

BACA JUGA:DAK Fisik Nihil, Pekerjaan Fisik Sekolah di Bengkulu Tengah Dialihkan ke DAU

Pantauan di beberapa pasar tradisional, seperti Pasar Atas dan Pasar De Curup, para pedagang daging sapi menyatakan bahwa kondisi ini cukup normal terjadi setiap tahun. 

Harga biasanya melonjak menjelang lebaran dan kembali stabil setelahnya. Penurunan harga sebesar Rp10-20 ribu per kilogram ini disambut baik oleh masyarakat, meskipun sebagian konsumen berharap harga dapat turun lebih rendah lagi seperti sebelum Ramadan.

Salah satu pedagang di Pasar Atas Curup, Yanto (45), mengatakan meskipun harga sudah turun, penjualan masih sepi. 

BACA JUGA:Diduga Mengantuk Mobil Pajero Tabrak Fortuner, Satu Penumpang Alami Luka-Luka

BACA JUGA:Arus Balik Melintas Jalinbar Mukomuko Tanpa Kemacetan

“Orang-orang sudah banyak beli daging waktu lebaran, sekarang masih sepi pembeli,” jelas Yanto

Dengan turunnya harga daging sapi ini, diharapkan daya beli masyarakat kembali meningkat dan roda perekonomian di sektor pasar tradisional bisa kembali bergeliat.

"Tentunya kita berharap laku. Namun kita juga belum maksimal untuk menjual di pasar," terang Yanto.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan