Sebagaimana diketahui, saat ini tanam tumbuh masih menjadi salah satu penyebab utama listrik di Kaur sering mati. Banyak sekali tanaman pribadi milik masyarakat Kaur yang sudah bersentuhan langsung dengan kabel listrik, sehingga ketika sedang hujan ataupun angin kerap kali terjadi korsleting listrik sehingga pemadaman harus dilakukan untuk perbaikan.
BACA JUGA:Kuasa Hukum Sebut Klien Nikmati Korupsi Tukin Prajurit Tidak Lebih Rp2 Miliar
Sampai dengan saat ini, informasi yang RB himpun proses pemangkasan tanaman tumbuh yang dilakukan oleh tim ULP PLN Bintuhan sudah sebanyak 410 pohon atau 37 persen. Artinya masih ada sekitar 694 batang pohon lagi yang harus di pangkas untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
"Tebang tumbuh atau pemangkasan pohon rutin kita lakukan, dari jumlah target. Masih tersisa 694 pohon yang berdekatan dengan instalasi listrik yang belum kita lakukan pemangkasan," kata Kepala ULP Bintuhan Tiar Haris.