Cegah Peningkatan Kasus DBD, Dinkes Bakal Lakukan PSN

H. Moh. Redhwan Arif, S.Sos. RENO/RB--
KORANRB.ID – Ada potensi terjadi peningkatan Demam Berdarah Dengue (DBD) 2025 ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu dorong optimalisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu, H. Moh. Redhwan Arif, S.Sos mengatakan akibat adanya perubahan cuaca ekstrem yang terjadi saat ini, kasus DBD menunjukkan adanya indikasi kenaikan kasus di sebagai wilayah Bengkulu.
“Untuk DBD ada kecenderungan meningkat. Jadi kita mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada,” kata Redhwan.
Di awal tahun 2025 ini, di beberapa daerah telah mencatatkan kasus temuan DBD seperti di Rejang Lebong sebanyak 25 kasus, Bengkulu Selatan 10 kasus dan daerah lainnya.
BACA JUGA:Penundaan Pengangkatan CPNS dan PPPK, Pemprov Tetap Usulkan NIP Ke BKN
BACA JUGA:Intip Satgas TMMD Kodim 0407/Kota Bengkulu, Riko Bercita-cita jadi Tentara
Untuk mencegah penyakit DBD tersebut, Redhwan mengajak masyarakat untuk mengoptimalkan pelaksanaan program PSN.
“Bukan di Kota Bengkulu saja, tapi hampir merata di seluruh Provinsi Bengkulu. Walaupun belum ada lonjakan, tapi menunjukan adanya peningkatan. Ada potensi-potensinya meningkat seiring perubahan cuaca ini,” ujar Redhwan.
Serta menerapkan pola hidup sehat dan sering melakukan menguras bak mandi, menutup dan mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk alias 3 M.
Lebih jauh, Redhwan meminta semua unsur dan stakeholder terkait di wilayah kabupaten atau kota dapat memaksimalkan program PSN secara optimal di lingkungan masing-masing.
BACA JUGA:Perubahan SPMB, Dewan Minta Sekolah Teliti Terima Perserta Didik
BACA JUGA:Janji Perbaikan Jembatan Kampung Bahari Tak Kunjung Terealisasi
“Kita berharap kepada seluruh unsur untuk bersama-sama melaksanakan PSN baik di kantor, rumah maupun lokasi-lokasi lainnya yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiak sarang nyamuk,” tutupnya.
Diketahui sebelumnya, sepanjang 2024 lalu, 15 orang meninggal dunia akibat terkena DBD)di Bengkulu.