Cegah Peningkatan Kasus DBD, Dinkes Bakal Lakukan PSN

H. Moh. Redhwan Arif, S.Sos. RENO/RB--
Hal tersebut diketahui berdasarkan dari catatan Dinkes Provinsi Bengkulu.
Jumlah kasus DBD pada 2024 terjadi peningkatan sebanyak 2.000 kasus jika dibandingkan pada 2023 lalu.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Bengkulu, Ruslian, S.KM, M.Si menjabarkan jumlah kasus DBD yang terjadi pada 2022 sebanyak 1.334 kasus.
BACA JUGA:Janji Perbaikan Jembatan Kampung Bahari Tak Kunjung Terealisasi
BACA JUGA:Pemkab Bengkulu Utara Siapkan Rp45 Miliar untuk THR ASN
Kemudian turun pada 2023 menjadi 939 kasus. Namun pada 2024 kasus DBD melonjak hingga 2.983 kasus di Bengkulu.
“Untuk jumlah kasus yang terjadi pada 2024 itu sebanyak 2.983 orang,” ungkapnya.
Untuk rincian kasus yang terjadi di Bengkulu pada 2024 lalu meliputi Kabupaten Kaur dengan jumlah 161 kasus, Kabupaten Bengkulu Selatan sebanyak 274 kasus dan Kabupaten Bengkulu Tengah sebanyak 84 kasus DBD yang terjadi.
“Untuk 3 kabupaten yakni Bengkulu Selatan, Bengkulu Tengah dan Kabupaten Kaur jumlah kasus mendinggal dunianya nihil,” tutur Ruslian.
Sementara jumlah kasus DBD terbanyak pada 2024 terjadi di Kabupaten Mukomuko dengan total keseluruhan sebanyak 586 kasus dengan jumlah meninggal dunia 1 orang, sementara Kota Bengkulu memliki jumlah meninggal paling banyak dengan total 5 orang dengan 265 kasus.
Disusul Kabupaten Kepahiang dengan jumlah meninggal dunia sebanyak 3 orang dengan 212 kasus.
Selanjutnya Kabupaten Rejang Lebong sebanyak 2 orang meninggal dunia dengan 437 kasus, hampir sama Kabupaten Lebong memiliki jumlah meninggal 2 orang dengan 196 kasus.
Kabupaten Bengkulu Utara tercatat memiliki 437 kasus dengan jumlah meninggal dunia 1 orang dan terakhir Kabupaten Seluma sebanyak 331 kasus dengan jumlah meninggal dunia 1 orang.
“Jadi jumlah keseluruhan kasus DBD pada 2024 sebanyak 2.984 kasus dengan jumlah meninggal dunia sebanyak 15 orang,” terangnya.
Ruslian menuturkan jumlah tersebut tentu menjadi bahan evaluasi agar seluruh masyarakat Bengkulu untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari nyamuk dengan jenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus.