Pengerukan Darurat Alur Pelabuhan Pulau Baai Dimulai, Ini Estimasi Waktunya

KERUK: Alat berat saat melakukan pengerukan di Alur Pelabuhan Pulau Baai pada Kamis, 3 Maret 2025. IST/RB--
KORANRB.ID – Pelindo bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Pulau Baai Bengkulu mulai melakukan pengerukan di Alur Pelabuhan Pulau Baai.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu melalui kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Penyebrangan, Syafril Jhon menerangkan bahwa pengerukan tersebut merupakan upaya cepat menindaklanjuti arahan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, SE.
Mengingat kondisi alur pelabuhan yang benar-benar lumpuh alias tertutup sepenuhnya sehingga aktivitas penyebrangan tidak bisa dilakukan.
“Ini merupakan pengerukan darurat di luar dari rancangan pengerukan yang sudah direncanakan, karena alur sudah terlanjur tertutup,” terangnya.
BACA JUGA:Pastikan ASN Masuk Kerja Usai Libur Lebaran, Gubernur Helmi: Sidak Sangat Penting
BACA JUGA:Setwan Kaur Tidak Ajukan Pencairan Gaji Tenaga Honorer, OPD Lain Sudah Lakukan Pembayaran
Syafril menerangkan hal tersebut juga berdasarkan dari hasil rapat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, KSOP, Pelindo dan stakeholder lainnya untuk melakukan pengerukan darurat mengunakan 3 alat berat dan 1 kapal untuk menyedot pasir yang sulit dijangkau oleh alat berat tersebut.
Pada saat pembahasan, estimasi pengerukan darurat tersebut dilakukan paling lama 30 hari sejak kemarin 3 April 2025.
Komitmen Pelindo untuk menyegerakan lebih cepat dengan target kedalaman 3 meter hingga 4 meter menyesuaikan dengan kondusifitas untuk kapal bisa melewati alur tersebut.
“Estimasinya paling lama itu 30 hari, tapi kita sama-sama menargetkan supaya ini lebih cepat,” terangnya.
BACA JUGA:Polemik PT ABS dan PT Jatropha Solution, Hasil Pansus DPRD Bengkulu Selatan Bisa Dilimpahkan ke APH
BACA JUGA:Cegah Pengunjung Mandi di Sungai, Polres Seluma Pasang Garis Polisi
Selain itu, untuk rancangan revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai saat ini tengah berproses administrasi Pelindo dengan Kementerian Kelautan Republik Indonesia agar secepatnya melangsungkan perbaikan alur tersebut.
Terpisah Kepala Supervisi Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Pulo Tello, Radmiadi mengatakan pengerukan tersebut dilakukan di sepinggiran alur masuk keluar kapal di pelabuhan Pulau Baai yang kondisinya sudah menjadi daratan.