Jika Baju Antariksa Rusak! Berikut 4 Fakta Ilmiah yang Terjadi pada Astronaut

Astronaut. Foto: Ilustrasi/ fran/ meta ai/ koranrb.id--
Gejala awal seperti pusing dan lemas dapat berkembang menjadi kebingungan, disorientasi, dan kehilangan kesadaran jika tidak ada tindakan cepat yang diambil.
Dalam situasi seperti ini, astronaut harus dilatih untuk mengenali tanda-tanda hipoksia dan segera mengambil langkah-langkah untuk kembali ke lingkungan yang aman.
Hal ini seperti kembali ke modul ruang angkasa atau menggunakan sistem cadangan jika tersedia.
BACA JUGA:Fenomena Alam Unik! Berikut 6 Fakta Gerbang Neraka, Turkmenistan
Maka dari itulah, pentingnya pelatihan dan persiapan yang matang tidak bisa diabaikan.
Astronaut dilatih untuk menghadapi berbagai situasi darurat, termasuk kegagalan sistem oksigen.
Selain itu, teknologi terus berkembang untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi sistem pendukung kehidupan.
Sehingga risiko hipoksia dapat diminimalkan selama misi luar angkasa.
Dengan pemahaman yang baik tentang risiko dan penanganan yang tepat, astronaut bisa meminimalkan dampak dari kondisi berbahaya ini dan memastikan keselamatan mereka selama berada di luar angkasa.
BACA JUGA:Fenomena Alam: Gerhana Matahari Total Jelang Lebaran, Begini Dampaknya
3. Akan mengalami hipertermia dan hipotermia
Suhu di luar angkasa bisa bervariasi secara ekstrem tergantung pada paparan sinar matahari.
Dalam kondisi tanpa atmosfer, suhu dapat mencapai 120 derajat Celsius di area yang terkena sinar matahari.
Sementara di area yang tidak terkena sinar matahari, suhu dapat turun hingga minus 150 derajat Celsius.
Baju astronaut dirancang dengan teknologi canggih untuk melindungi mereka dari kondisi ekstrem ini.