Melahirkan di Darat! Berikut 4 Fakta Ilmiah Proses Reproduksi Penyu

Penyu. Foto: Ilustrasi/ fran/ meta ai/ koranrb.id--
BENGKULU, KORANRB.ID- Adapaun salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan penetasan telur adalah suhu pasir tempat telur dikubur.
Dimana, Suhu ini tidak hanya menentukan apakah telur akan menetas, namun juga jenis kelamin tukik yang akan lahir.
Dengan suhu yang lebih tinggi cenderung menghasilkan lebih banyak betina.
Sedangkan suhu yang lebih rendah menghasilkan lebih banyak jantan.
Dengan perubahan iklim dan pemanasan global bisa mempengaruhi suhu ini.
BACA JUGA:Bisa Ditemukan di Perairan Indonesia! Berikut 5 Penyu Terbesar di Dunia
Sehingga berpotensi mengubah rasio jenis kelamin tukik yang lahir.
Setelah menetas, maka tukik harus segera berjuang untuk mencapai laut.
Tukik menghadapi banyak tantangan, termasuk predator seperti burung, ikan dan mamalia laut.
Selain itu, faktor lingkungan seperti pencemaran, perubahan habitat dan penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan juga dapat mengancam kelangsungan hidup tukik.
Yuk, simak 4 fakta ilmiah proses reproduksi penyu, yang telah dirangkum koranrb.id, berikut ini:
BACA JUGA: Penyu Terdampar, Nelayan Seluma Kembalikan ke Laut
1. Untuk bertelur penyu betina kembali ke pantai
Dikutip dari laman Animalia, penyu memiliki kemampuan luar biasa dalam melakukan navigasi kembali ke pantai tempat mereka menetas, yang dikenal sebagai 'natal homing'.