Melahirkan di Darat! Berikut 4 Fakta Ilmiah Proses Reproduksi Penyu

Penyu. Foto: Ilustrasi/ fran/ meta ai/ koranrb.id--

Telur penyu biasanya diletakkan di dalam pasir, suhu lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan embrio. 

BACA JUGA:Penuh Kasih Sayang! Berikut 5 Fakta Unik American Cocker Spaniel, Anjing Kecil

Suhu yang lebih hangat cenderung menghasilkan lebih banyak penyu betina, sedangkan suhu yang lebih dingin dapat menghasilkan lebih banyak penyu jantan. 

Setelah periode inkubasi yang bervariasi, sekitar 45 - 70 hari, telur-telur tersebut akan menetas dan bayi penyu akan berusaha menuju laut.

Dimana, proses ini sangat rentan terhadap berbagai ancaman, termasuk predator, perubahan iklim, dan aktivitas manusia. 

Oleh karena itulah, banyak upaya konservasi yang dilakukan untuk melindungi sarang penyu dan meningkatkan peluang kelangsungan hidup bayi penyu saat mereka menuju laut.

BACA JUGA:Simbiosis Mutualisme dengan Karang! Berikut 5 Fakta Unik Wire Coral Goby

3. Jenis kelamin tukik ditentukan suhu pasir

Dikutip dari laman Animalia, fenomena Temperature-Dependent Sex Determination (TSD) adalah mekanisme yang sangat menarik dan penting dalam biologi penyu. 

Adapun dalam sistem TSD, suhu lingkungan di sekitar telur selama periode inkubasi menentukan jenis kelamin tukik.

Secara umum, suhu yang lebih tinggi cenderung menghasilkan lebih banyak tukik betina.

Sementara suhu yang lebih rendah menghasilkan lebih banyak tukik jantan. 

BACA JUGA:Sudah Ada Sejak 400 Juta Tahun Lalu! Berikut 5 Fakta Unik Ikan Bichir

Dengan perubahan iklim yang menyebabkan peningkatan suhu global, ada kekhawatiran bahwa populasi penyu akan mengalami ketidakseimbangan jenis kelamin. 

Apabila lebih banyak tukik betina yang lahir jika dibandingkan dengan jantan, maka hal ini bisa mengganggu reproduksi dan kelangsungan hidup spesies penyu di masa depan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan