Volume Kendaraan Melintasi Tol Bengkulu-Taba Penanjung Diperkirakan Naik 122 Persen

Arus Lalu Lintas di jalan tol Bengkulu-Taba Penanjung diperkirakan meningkat mencapai 122 persen. --jeri/rb
Sementara itu, Kapolres Bengkulu Tengah, AKBP. Dedi Wahyudi, S.Sos, S.IK, MH, M.IK melalui Kasat Lantas, Iptu. Junita, S.Kep mengatakan, untuk operasi ketupat nala tahun 2025 dimulai sejak tanggal 26 Maret 2025 hingga 8 April 2025.
Dalam kegiatan operasi ketupat nala ini, Polres Bengkulu Tengah sudah mendirikan 3 Pospam. Yang mana 3 Pospam ini didirikan di liku sembilan Taba Penanjung, simpang Pasar Pedati dan pintu keluar tol Bengkulu-Taba Penanjung.
BACA JUGA:Rebusan TBS Sawit Meledak, Dua Karyawan Pabrik PT. BSL II Seluma Alami Luka Bakar
BACA JUGA:Tidak Memerlukan Media Tanah! Berikut 5 Fakta Unik Bunga Anggrek Ngengat
“Ada 3 Pospam yang kita dirikan, baik itu di liku sembilan, pasar pedati dan pintu keluar tol. Saat ini arus lalin di Bengkulu Tengah sudah ramai tetapi masih terpantau lancar,” bebernya
Disisi lain, Satlantas Polres Bengkulu Tengah memprediksikan jika arus lalin di Bengkulu Tengah meningkat di lebaran kedua. Meningkatnya arus Lalin ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang ingin berkunjung ke objek wisata Kampoeng Durian dan Wahana Surya.
Untuk mengantisipasi kemacetan panjang, pihaknya akan melakukan rekayasa Lalin, buka tutup jalan hingga melakukan one way nantinya. Tentu objek-objek wisata yang berpeluang menyebabkan kemacetan akan menjadi perhatian khusus.
“Kita sudah menyiapkan berbagai opsi untuk mengatasi kemacetan di kawasan objek wisata, mulai dari rekayasa Lalin, buka tutup jalan hingga one way. Dalam kesempatan ini juga kami mengimbau kepada pengendara untuk ekstra hati-hati dalam berkendara. Jangan memaksakan apabila sudah mulai capek,” Demikian Junita.
BACA JUGA:Jelang Lebaran, Polres Seluma dan Polsek Jajaran Tawarkan Penitipan Sepeda Motor Gratis
BACA JUGA:Bupati Bengkulu Tengah Open House Lebaran Kedua
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Tengah, Harmen Junaidi, ST, M.AP mengatakan, berdasarkan pendataan yang pihaknya lakukan, terdapat 6 titik rawan longsor di sepanjang kawasan liku sembilan Kecamatan Taba Penanjung.
6 titik daerah rawan longsor di kawasan liku sembilan tersebut mulai dari KM 40 hingga KM 48.
“Berdasarkan data kami ada 6 titik daerah rawan longsor di liku sembilan. 6 titik ini, tanahnya cukup tinggi, namun sudah gundul. Tanaman disekitaranya sudah tidak ada lagi. Makanya sangat rawan longsor sekali,” jelasnya
Dengan kondisi seperti ini, makanya pihaknya meminta kepada para pengendara untuk benar-benar ekstra berhati-hati apabila ingin melintasi jalan liku sembilan. Apabila cuaca sedang hujan, ada baiknya tunda dahulu perjalanan hingga cuaca tidak hujan lagi.
BACA JUGA:Perbaikan Jalan Menuju Sinar Mulya Setelah Pergeseran Anggaran Selesai