Pengelolaan Wisata di Kepahiang Dikeluhkan Pengunjung, Masih Minim Fasilitas

WISATA: Pengelolaan objek wisata di Kabawetan belum berjalan optimal sehingga masih menjadi keluhan pengunjung.-foto: heru/koranrb.id-

KEPAHIANG - Pengelolaan sejumlah objek wisata di Kabupaten Kepahiang masih jadi keluhan. Masih banyak pengunjung merasa tak nyaman lantaran masih minimnya fasilitas pendukung, saat menyambangi kawasan wisata di Kabupaten Kepahiang.

Seperti, minimnya toilet maupun tempat istirahat yang layak buat pengunjung. Jika pun ada fasilitas yang sudah dibangun menggunakan alokasi dana APBD Kabupaten Kepahiang, tak sedikit tersebut sudah berangsur rusak.

Keluhan lainnya yang masih tak terpecahkan sejak lama, yakni sempitnya akses jalan menuju kawasan utama wisata kebun teh Kabawetan. Meski tak lagi seramai lebaran Idul Fitri tahun-tahun sebelumnya, kondisi lalu lintas menuju objek wisata kebun teh Kabawetan hingga H+4 Hari Raya, Kamis 3 Maret 2025 tetap padat.

Terpantau, selain kebun teh, wisata Air Terjun, wahana kolam renang keluarga hingga homestay tetap menjadi tujuan utama. Sayangnya, kondisi jalan yang sempit dan berlubang semakin membuat pengendara tak nyaman. 

Titik terparah adalah, saat melintasi jembatan Sempiang Desa Bogor Baru Kecamatan Kepahiang. Di sini, kondisi jalan berkelok dan rusak membuat pengendara mesti ekstra hati-hati. 

BACA JUGA:Arus Lalu Lintas Curup-Lubuklinggau Sudah Berjalan Normal, Sisa Longsor Sudah Dibersihkan

BACA JUGA:Wisatawan Asal Seluma Tersengat Ubur-ubur di Pantai Zakat

Karena jalan yang sempit, secara otomatis saat berpapasan dengan sesama kendaraan roda empat dari arah berlawanan, harus mengantri untuk melintasi jembatan.

Pengunjung asal Lubuk Linggau (Sumsel) Ahmadi (45) ikut menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, tata kelola penanganan wisata di Kabupaten Kepahiang mesti diperbaiki.  

"Padahal, potensi wisata Kepahiang ini sangat besar. Kalau instansi terkait serius mengelolanya, bisa menjadi kebanggaan daerah," kritik Ahmadi.

Kondisi jalan yang kecil, menurutnya, ikut membuat pengunjung untuk berpikir dua kali jika harus kembali ke kawasan wisata kebun teh Kabawetan.

"Kalau berpapasan dengan sesama mobil biasa masih mending. Tapi kalau sudah berpapasan dengan bus, atau truk bikin cemas," tambahnya.

BACA JUGA:KSOP Bersama Pelindo Mulai Bergerak Keruk Alur Pelabuhan

BACA JUGA:Larangan Mandi Pantai, Menjadi Perhatian Serius Pos Pelayanan

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan