Lapak Ikan Pasar Ampera Terbengkalai, Pedagang Berjualan di Pinggir Jalan

Lapak pedagang ikan Pasar Ampera Kecamatan Pasar MANNA terbengkalai dan rusak.--rio agustian/rb
KORANRB.ID - Bangunan lapak untuk pedagang ikan di Pasar Ampera saat ini terbengkalai.
Para pedagang ikan lebih memilih berjualan di tepi jalan. Sehingga saat ini kondisi lapak rusak berat dan tidak mendapat perhatian dari pemerintah daerah Bengkulu Selatan.
Pasar Ampera menjadi pasar harian terbesar dan satu-satunya di Kabupaten Bengkulu Selatan.
Banyak sarana dan prasarana infrastruktur dibangun pemerintah untuk pedagang.
BACA JUGA:Wings Air Kembali Mengudara di Bengkulu, Perkuat Konektivitas Antarprovinsi
BACA JUGA:Masih Lemah, Tegakan Hukum Perambahan Hutan Mukomuko!
Hanya saja hingga tahun 2025 ini infrastruktur yang disediakan pemerintah untuk pedagang tidak ditempati. Salah satunya lapak yang disediakan untuk pedagang ikan.
Salah satu pedagang ikan Pasar Ampera Nurhayati (42) mengagungkan para pedagang enggan membuka lapak yang disediakan pemerintah karena kondisinya sudah rusak. Lapak untuk pedagang ikan tersebut tidak dirawat oleh pihak pasar.
Sehingga atap, plafon, hingga meja menjadi rusak dan kotor.
Oleh sebab itu pedagang lebih memilih berjualan di pinggir jalan Pasar Ampera. Pedagang merasa lebih mendapat untung karena mudah dijangkau oleh pembeli.
BACA JUGA:Berkas Selesai, Jaksa Panggil Anggota DPRD Kaur
BACA JUGA:Messi Bikin Inter Miami Semakin Kaya, Pendapatan Naik Berkali-Kali Lipat
“Kalau kini siapa yang mau tempati, kondisinya sudah rusak dan tidak layak,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan pedagang ikan lainnya Sahran (45), ia mengatakan pedagang sudah bertahun-tahun tidak menempati lapak ikan yang disediakan pemerintah karena posisinya kurang tepat. Lapak tersebut seharusnya lebih dekat dengan jalan dan mudah dijangkau oleh pembeli.