Melahirkan di Darat! Berikut 4 Fakta Ilmiah Proses Reproduksi Penyu

Selasa 01 Apr 2025 - 13:00 WIB
Reporter : Fran Sinatra
Editor : Fazlul Rahman

Hal ini bisa mengakibatkan penurunan reproduksi daa pada akhirnya, penurunan jumlah populasi secara keseluruhan.

Adapun upaya konservasi yang dilakukan untuk melindungi habitat penyu, seperti pengaturan suhu sarang dan perlindungan terhadap perubahan iklim, menjadi sangat penting untuk memastikan kelangsungan hidup spesies ini. 

4. Tukik bertahan dewasa hanya sedikit

Dikutip dari laman Animalia, penyu adalah salah satu spesies yang menghadapi banyak tantangan dalam siklus hidupnya.

BACA JUGA:Suka Berbaur dengan Burung Lain! Berikut 5 Fakta Unik Burung Pelikan Peru

Hal ini terutama setelah proses reproduksi yang unik. 

Walaupun penyu betina dapat bertelur ratusan butir dalam satu musim, hanya sedikit tukik yang berhasil bertahan hingga dewasa. 

Dimana, ancaman yang dihadapi tukik sangat beragam, mulai dari pemangsa alami seperti burung dan ikan.

Selain itu, faktor manusia seperti pencemaran lingkungan, perusakan habitat dan penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan.

Proses penetasan telur penyu dan perjalanan tukik menuju laut adalah momen yang penuh risiko. 

BACA JUGA:Penyendiri! Berikut 4 Fakta Unik Pelandu Aru

Setelah menetas, maka tukik harus segera berlari menuju laut, di mana mereka menghadapi berbagai bahaya. 

Hanya satu atau dua dari ratusan tukik yang menetas yang diperkirakan dapat bertahan hidup hingga dewasa dan kembali untuk berkembang biak.

Oleh karena itulah, upaya konservasi sangat penting untuk meningkatkan peluang tukik bertahan hidup. 

Hal ini termasuk melindungi lokasi peneluran, mengurangi pencemaran dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga habitat penyu. 

BACA JUGA:Warna Bulunya Bisa Berubah! Berikut 5 Fakta Unik Yellow Bellied Marmot

Kategori :