Penemuan ini membuka jalan bagi pengembangan anestesi modern dan berbagai agen anestesi lainnya, yang terus digunakan hingga saat ini.
3. Peran klorofom
Dikutip dari laman History of AnesthesiaBBC Bitesize, setelah keberhasilan eter, kloroform diperkenalkan sebagai agen anestesi lainnya.
Pada tahun 1847, seorang dokter Skotlandia, James Simpson, melakukan percobaan dengan kloroform dan menemukan bahwa itu adalah anestesi yang efektif untuk prosedur bedah.
Dimana, kloroform segera menjadi lebih populer daripada eter karena lebih mudah digunakan dan efektif dalam membuat pasien tidak sadar.
BACA JUGA:Menilik 5 Peristiwa Sejarah yang Menjadi Misteri Terbesar di Dunia
Hal ini memungkinkan dokter melakukan operasi yang lebih kompleks tanpa khawatir menyebabkan rasa sakit yang tak tertahankan pada pasien.
Jika tidak diberikan dengan hati-hati, maka kloroform dapat menyebabkan depresi pernapasan dan komplikasi lainnya.
Hal ini memicu penelitian lanjutan untuk menemukan alternatif yang lebih aman dan meningkatkan teknik dalam pemberian anestesi.
Dengan seiring berjalannya waktu, para ilmuwan dan praktisi medis mulai mengembangkan anestesi modern yang lebih aman dan efektif, seperti anestesi umum yang berbasis gas dan obat-obatan intravena.
Dengan adanya penemuan ini tidak hanya meningkatkan keselamatan pasien, tetapi juga memperluas kemungkinan prosedur bedah yang dapat dilakukan dengan lebih nyaman dan efektif.
BACA JUGA:Menilik 11 Sejarah Jin, Makhluk Gaib dalam Ajaran Islam dan Budaya Arab
4. Kemajuan dalam teknik anestesi
Dikutip dari laman History of AnesthesiaBBC Bitesize,
Perkembangan anestesiologi mengalami kemajuan yang signifikan sejak akhir abad ke-19 - awal abad ke-20.
Penemuan dan pengembangan agen anestesi serta teknik pengantaran yang lebih aman dan efektif telah mengubah cara prosedur bedah dilakukan.