Rebusan TBS Sawit Meledak, Dua Karyawan Pabrik PT. BSL II Seluma Alami Luka Bakar

Insiden kecelakaan kerja terjadi di pabrik CPO PT. Bengkulu Sawit Lestari (BSL) II di Desa Air Teras, Kecamatan Talo, pada Kamis 27 Maret sekitar pukul 10.00 WIB. --Zulkarnain Wijaya
SELUMA, KORANRB.ID – Insiden kecelakaan kerja terjadi di pabrik CPO PT. Bengkulu Sawit Lestari (BSL) II di Desa Air Teras, Kecamatan Talo, pada Kamis 27 Maret sekitar pukul 10.00 WIB.
Dua karyawan, Insuryanto (35) dan Eron (27), mengalami luka bakar akibat ledakan dari tempat rebusan tandan buah segar (TBS) sawit yang sedang diperbaiki.
Keduanya mengalami luka bakar di tangan kiri akibat terkena semburan panas dan brondolan sawit yang terhempas dari rebusan. Mereka segera dievakuasi ke IGD RSUD Tais untuk mendapatkan perawatan medis.
Berdasarkan keterangan dari Insuryanto dan Eron, kejadian bermula saat mereka sedang memperbaiki SIL pintu rebusan yang mengalami gangguan.
BACA JUGA:Jelang Lebaran, Polres Seluma dan Polsek Jajaran Tawarkan Penitipan Sepeda Motor Gratis
BACA JUGA:Bupati Bengkulu Tengah Open House Lebaran Kedua
Pada saat itu, mereka mengira suhu dalam rebusan sudah turun sesuai dengan jarum penunjuk temperatur. Namun, tanpa disadari, masih terdapat sisa gas panas yang terperangkap di dalamnya.
“Kami lihat jarum suhu sudah turun, jadi kami pikir aman untuk membuka pintu rebusan secara perlahan. Tapi begitu pintu terbuka sedikit, tiba-tiba terjadi ledakan. Brondolan sawit yang masih panas langsung beterbangan dan mengenai tubuh kami,” ujar Insuryanto.
Eron menambahkan bahwa kondisi pabrik belakangan ini memang tengah dipacu untuk beroperasi maksimal menjelang cuti bersama Idulfitri. Sehingga, perbaikan teknis seperti yang mereka lakukan menjadi lebih mendesak untuk memastikan kelancaran produksi.
Menyusul insiden ini, pihak manajemen PT. BSL II mengambil keputusan untuk menghentikan sementara penerimaan buah TBS.
BACA JUGA:Perbaikan Jalan Menuju Sinar Mulya Setelah Pergeseran Anggaran Selesai
Seharusnya, Kamis ini adalah hari terakhir penerimaan buah sebelum libur panjang, namun kecelakaan ini membuat operasional harus dihentikan lebih awal.
Manajemen perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti ledakan serta langkah selanjutnya yang akan diambil untuk mencegah kejadian serupa.