Belakangan ini berbagai keluhan masyarakat Bengkulu Selatan soal layanan kesehatan BPJS Kesehatan di RSUD HD Manna.
BACA JUGA:LKDP 2024 Resmi Diserahkan, Pemprov Bengkulu Targetkan Raih Kembali Opini WTP
BACA JUGA:FKW KAHMI Bengkulu Resmi Dilantik, Helmi: Jaga Idealisme dan Kawal Kebijakan
Kondisi layanan kesehatan di fasilitas kesehatan RSUD Damrah Manna yang merupakan mitra BPJS Kesehatan tidak mampu memberikan layanan kesehatan secara optimal kepada masyarakat.
Maka itu Ketua PDPM Bengkulu Selatan Apdian Utama SE meminta BPJS Kesehatan untuk mengambil langkah konkret demi kepastian hak pasien mendapatkan layanan Kesehatan yang bermutu.
“Kami bersurat ke BPJS Kesehatan Bengkulu Selatan yang point pentingnya meminta kepada BPJS agar mengevaluasi layanan RSUD Hasanuddin Damrah Manna terhadap Pasien peserta BPJS,” kata Apdian.
Bila perlu sambung Apdian BPJS memberikan peringatan bahkan mencabut kerjasama BPJS Kesehatan Bengkulu Selatan dengan RSUD Manna jika pihak rumah sakit tidak bisa memenuhi hak-hak peserta BPJS.
BACA JUGA:Pemprov Lantik 6 Pejabat Eselon III dan IV di Lingkungan Setda
BACA JUGA:Pemkab Lebong Takbir Keliling
Masalah kesehatan merupakan masalah yang sangat penting, banyaknya keluhan pasien salah satunya terkait layanan cuci darah yang tidak maksimal. Banyak pasien cuci darah yang dirujuk padahal di Manna ada layanan cuci darah. Pihak rumah sakit beralasan kekurangan ketersediaan bahan medis habis pakai untuk mendukung cuci darah. Padahal anggaran keuangan rumah sakit ada.
Selain layanan cuci darah yang tidak maksimal, obat sering kosong, pasien sering kali beli obat di luar dan tanpa ada pengembalian biaya beli obat di luar. “Malu kalau RSUD milik pemerintah layanannya kalah sama Rumah Sakit Swasta,” ujar Apdian.
Sementara itu Plt Direktur RSUD HD Manna Doni Helmiyadi membenarkan pihaknya telah memenuhi panggilan DPRD Bengkulu Selatan. Pihak rumah sakit sebut Doni tidak menutupi permasalahan yang sedang dihadapi oleh rumah sakit.
BACA JUGA:3 Bulan THLT Lebong Belum Gajian, Sekda Belum Bisa Beri Kepastian
BACA JUGA:Dapati Kondisi Tidak Ideal, Wagub Mian Usulkan Peningkatan Fasilitas SMKN 12
Bahkan management terang-terangan membeberkan persoalan rumah sakit kepada DPRD Bengkulu Selatan.
Saat ini diakui Doni rumah sakit memiliki persoalan yang sangat banyak. Bahkan rumah sakit memilki hutang obat kepada vendor mencapai miliaran.