Harga LPG 3 Kg di Mukomuko Melambung Tinggi, Segini 1 Tabung

GAS LANGKA: Persedian LPG terbatas menyebabkan harga tinggi di warung-warung yang ada di Kota Mukomuko.--FOTO: Firmansyah.Koranrb.Id
MUKOMUKO,KORANRB.ID – Langkanya LPG 3 Kg atau gas melon di Kabupaten Mukomuko menjelang lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah, belum berakhir hingga 1 minggu lebaran berlangsung.
Alhasil, harga gas subsidi pemerintah ini melambung tinggi dari harga normal apalagi HET (harga eceran tertinggi).
Sabtu 5 April 2025, pangkalan LPG yang ada di Kota Mukomuko tidak memiliki stok sama sekali. Masyarakat yang memerlukan gas harus membeli ke pengencertau warung yang ada di Kota Mukomuko.
Trimo pedagang Bakso di Kecamatan Kota Mukomuko mengatakan sudah seminggu sebelum Lebaran hingga lebaran gas melon ini belum normal, masih langka.
“Jangankan tersedia di pangkalan, di warung saja susah. Kalau ada tidak sampai 10 tabung. Harga yang diberikan penjual tidak tanggung-tanggung yaitu Rp45 ribu pertabung,” tandas Trimo.
Trimo pedagang Baksio keliling mengaku, sehari bisa menghabiskan 2 tabung gas melon. Dengan susah dan tingginya harga gas melon tentu berpengaruh pada pendapatan keuntungan yang didapat.
BACA JUGA:Pencarian Korban Hilang di Sungai Muar Ipuh 3 Tim
BACA JUGA:Hari Pertama Kerja, ASN Mukomuko Boleh FWA
Maka dari itu Trimo berharap Gas melon kembali normal di ketersediannya di Mukomuko. Kemudian juga pemerintah dapat memperketat pengawasan dan pendistribusian gas melon kemasyarakat tidak mampu, serta ke pelaku usaha kecil.
“Yang pastinya keuntungan saya berkurang. Kami pedagang kecil berharap persedian LPG 3 Kg ini kembali normal, tidak langka dan tidak mahal lagi,” sampainya.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Mukomuko, Nurdiana, SE, M.AP mengaku sudah mendapatkan informasi kelangkaan LPG 3 Kg.
Kelangkaan ini menjadi pemicu terjadi kenaikan harga. Disperindagkop UKM Mukomuko sudah berkoordinasi dengan agen LPG rekanan Pertamina yang memasok gas melon ke pangkalan-pangkalan di Kabupaten Mukomuko.
“Kelangkaan ini terjadi karena petugas pengiriman waktu itu sedang libur Lebaran. Sedangkan stok gas yang dimasukan sebelum libur Lebaran sudah habis,” sampai Nurdiana.
BACA JUGA:Proyek PPN Pasar Lama, Pemecah Ombak Segera Dibangun