Volume Lalu Lintas Arus Balik Lebaran Kabupaten Rejang Lebong Mulai Meningkat

LINTAS: Kendaraan yang melintas di Simpang Nangka, Curup, kemarin, 5 April 2025.--

KORANRB.ID - Volume Lalu Lintas (VLL) arus balik kendaraan Lebaran 2025 yang melewati Kabupaten Rejang Lebong mulai menunjukkan peningkatan signifikan menjelang akhir libur Idul Fitri. 

Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Simpang Nangka, Edi Azhari, melaporkan beberapa hari menjelang masuk kerja setelah libur Lebaran, terminal tersebut mulai ramai oleh penumpang. 

Peningkatan ini terpantau baik untuk keberangkatan maupun kedatangan penumpang. 

Edi memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada Sabtu, 6 April, dan Minggu, 7 April 2025, mengingat aktivitas perkantoran dan sekolah akan kembali dimulai pada 8 April. 

BACA JUGA:Meski hanya Andalkan BOS, Disdikbud Rejang Lebong Pastikan Pembelajaran Tetap Optimal

BACA JUGA:Dorong Penggunaan Alat Canggih untuk Keruk Alur Pulau Baai

"Kita memang terus memantau, namun untuk jumlah kendaraan dipastikan terus meningkat. Melihat kepadatan kendaraan yang melintas atau sekedar istirahat di res area," ungkap Edi.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak terminal telah menyiapkan rest area bagi penumpang yang datang atau berangkat untuk beristirahat, serta menyiapkan petugas untuk melayani para penumpang di Terminal Simpang Nangka. 

"Kita juga telah menyiapkan, sedari arus mudik lalu. Tempat istirahat, sholat untuk para pemudik ini," ungkap Edi.

Di jalur utama Curup–Lubuklinggau, arus lalu lintas terpantau ramai lancar. Kapolres Rejang Lebong, AKBP Florentus Situngkir, melalui Kasat Lantas AKP Wiyanto, menyatakan bahwa pengendara yang melintas sebagian besar adalah warga yang menuju Kota Curup untuk berwisata, serta kendaraan pemudik yang baru tiba dari luar daerah. 

BACA JUGA:Pasca Penindakan Pelaku Pungli, Warga Tuntut Status Eks Jalinbar Batik Nau

BACA JUGA:Posko Pengaduan THR di Lebng Masih Dibuka hingga H+10 Idul Fitri

"Kondisi lalu lintas ramai dan lancar tanpa hambatan yang berarti," ungkap Wiyanto.

Lebih lanjut, Wiyanto mengatakan, sistem buka tutup di Desa Taba Padang tidak diberlakukan lagi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan