Dimana, gading tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat pertahanan, tetapi juga bisa digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, seperti menggali makanan.
Selain itu, Mastodon dilengkapi dengan bulu tebal yang menutupi tubuhnya.
Hal ini menunjukkan bahwa Mastodon adalah hewan yang beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan yang keras.
3. Palaeoloxodon
Dikutip dari laman A-Z Animals, Palaeoloxodon adalah genus gajah purba yang hidup pada zaman Pleistosen hingga Pliosen.
BACA JUGA:Apakah Gajah Takut Tikus? Berikut 3 Faktanya
Dimana, fosil-fosilnya ditemukan di berbagai lokasi, termasuk Asia Selatan dan Jepang.
Adapun salah satu ciri khas dari Palaeoloxodon adalah gadingnya yang lurus dan sangat besar, dengan panjang yang bisa mencapai 3 meter.
Dimana, gading ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pertahanan, tetapi juga dapat digunakan untuk menumbangkan pohon besar, yang membantu dalam mencari makanan.
Sebagai herbivor, Palaeoloxodon mengandalkan dedaunan dan rumput sebagai sumber makanan utamanya.
Kemungkinan besar, Palaeoloxodon hidup dalam kelompok, mirip dengan perilaku gajah modern saat ini.
BACA JUGA:Kerabat Dekat Gajah dan Dugong! Berikut 6 Fakta Unik Hyrax, Seukuran Kelinci
Hidup berkelompok memberikan keuntungan dalam hal perlindungan dari predator, serta memudahkan dalam mencari makanan.
Genus Palaeoloxodon terdiri dari beberapa spesies, di antaranya Palaeoloxodon antiquus, yang dikenal sebagai gajah purba Eropa, dan Palaeoloxodon namadicus, yang ditemukan di Asia.
Dimana, keberadaan spesies-spesies ini memberikan wawasan tentang keragaman dan adaptasi gajah purba dalam berbagai lingkungan selama zaman prasejarah.
4. Stegotetrabelodon